Rabu, 01 Desember 2010

ANALISIS PERCAKAPAN

Analisis Percakapan
by Diana Melisa Dewi

Analisis percakapan bisa dilakukan pada wacana atau percakapan yang dibangun oleh kerjasama antara penutur dan petutur yang sifatnya informal dan tidak direncanakan. Ada tiga hal yang bisa dianalisis dalam sebuah percakapan menurut ilmu pragmatik, yaitu:
1. Giliran Berbicara (turn taking)
Giliran berbicara adalah waktu dimana penutur kedua mengambil alih giliran berbicara dari penutur sebelumnya, dan juga sebaliknya.
Strategi interaksi dalam turn taking ada tiga jenis, yaitu:
• Taking the floor yaitu waktu dimana penutur pertama atau penutur selanjutnya mengambil alih giliran bicara. Jenis-jenis taking the floor antara lain:
- Starting up (mengawali pembicaraan) bisa dilakukan dengan keragu-raguan (hesitant start) atau ujaran yang jelas (clean start).
- Taking over yaitu mengambil alih giliran berbicara (bisa diawali dengan konjungsi).
- Interupsi, yaitu mengambil alih giliran berbicara karena penutur yang akan mengambil alhih giliran bicara merasa bahwa pesan yang perlu disampaikan oleh penutur sebelumnya sudah cukup sehingga giliranbicara diambil alih oleh penutur selanjutnya. Lambang transkripnya (//)
- Overlap, yaitu penutur selanjutnya memprediksi bahwa penutur sebelumnya akan segera memberikan giliran berbicara kepada penutur selanjutnya, maka ia mengambil alih giliran berbicara.
Lambang transkripnya (=).
• Holding the floor, yaitu waktu dimana penutur sedang mengujarkan ujaran-ujaran, serta bagaimana penutur mempertahankan giliran berbicaranya.
• Yielding the floor yaitu waktu dimana penutur memberikan giliran berbicara kepada penutur selanjutnya.
Contoh turn taking:
Daughter: No fear I should say =
Mother: = Well, do it somewhere else. I mean look there’s plenty of other places to put it. How about here? // I like it like that.
Daughter: // Uhm it’s OK. Oh God you don’t- First of all you don’t score so much, and secondly you only get rid of two letters // and you make your chances of picking up.
Mother: // uhm
Pada percakapan teratas terlihat bahwa jenis turn-taking yang sering digunakan oleh partisipan adalah interrupting.




2. Pasangan berdampingan (adjacency pairs).
Dalam analisis percakapan terdapat hubungan antara ujaran yang satu dengan ujaran yang lainnya. Ujaran beserta responnya tersebut memiliki tata urutan otomatis yang disebut dengan pasangan berdampingan (adjacency pairs). Sehingga munculah dua istilah yaitu preferred response (respon yang diberikan petutur sesuai dengan apa yang diharapkan oleh penutur) dan dispreferred response (respon yang diberkan petutur tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh penutur).
Contoh preferred response:
Daughter: You’ve packed away most of it all the same.
Mother: No, but I kept hoping it would get better.
Pada potongan percakapan diatas seorang anak mengujarkan bahwa dia bosan pada suatu hal, kemudian ibunya memberikan respon yang diharapkan oleh anaknya yaitu akan membuatnya lebih baik lagi.

Contoh dispreferred response:
Daughter: I mean you could do so much better than that if only you’d ….
Mother: Yeah, I’m busy eating as a matter of fact.
Dalam potongan percakapan diatas daughter memberikan saran kepada ibunya, tetapi ibunya tidak menerima maupun menolak saran tersebut,sehingga respon yang diberikan ibunya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh anaknya.

3. Sequences
• Pre-sequences, yaitu ujaran-ujaran pembuka yang mengawali ujaran-ujaran selanjutnya sebelum masuk ke topik atau maksud yang sebenaranya.
Contoh:
A: Did you know that the newest film of Harry potter has been released lately?
D: Yeah.
A: Do you want to go and see it on Wednesday?
D: Surely.
Pada percakapan diatas ujaran A yang pertama merupakan pre-sequences yaitu pre-invitation, karena maksud pokok dari A dalam percakapan diatas adalah menagajak D untuk nonton film Harry Potter yang terbaru.
• Insertion sequences, yaitu ujaran-ujaran yang ada di tengah-tengah percakapan dan tidak ada hubungannya dengan topic atau ujaran sebelumnya.
Contoh:
A: Did you know that the newest film of Harry potter has been released lately?
D: There’s something wrong in my stomach lately, it’s hurt.
A: Let me accompany you to see a doctor so you can go to the movie watching Harry Potter with me next Wednesday.
D: OK.
Ujaran D yang pertama pada percakapan diatas merupakan insertion sequence karena tidak ada hubungannya dengan ujaran yang diujarkan oleh A sebelumnya.
• Opening dan closing sequences, yaitu ujaran pembuka dan ujaran penutup dari sebuah percakapan.
Contoh opening sequence:
A: Hi B, how are you?
B: Awesome, so how’s life?
A: I’m just feeling lil’ blue lately.
Ujaran A yang pertama merupakan opening sequence.
Contoh closing sequence:
A: I think I gotta go now, I have another promise.
B: Ok, see you latter A.
Ujaran B merupakan closing sequence.


Interactional Sociolinguistics
Dalam analisis percakapan dikenal pula istilah Interactional sociolinguistic. Interactional sociolingustic fokus pada fakta bahwa setiap kelompok sosial memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengekspresikan makna dari suatu bahasa. Gumperz (1982) berpendapat bahwa language relates to context through ‘contextualization language’. Interactional sociolinguistic meliputi tata bahasa (grammar), struktur sosial, dan pola budaya diantara partisipan dalam sebuah percakapan.
Dalam percakapan halaman 66-67 ketika ibu mengatakan ‘Actually you probably wouldn’t have enjoyed it here’ menggunakan exophoric reference dengan personal pronoun ‘it’ dan demonstrative adverb ‘here’. Pembaca tidak mengetahui referent dari kata tersebut, hanya penutur dan petutur yang mengetahui hal tersebut karena mereka memiliki intertextual knowledge yang sama.





References:
• Yule, George, diterjemahkan oleh Indah Fajar Wahyuni: Pragmatik. Pustaka Pelajar. 2006.
• Leech, Geofrey: Prinsip-Prinsip Pragmatik. Universitas Indonesia.
• Cutting, Joan: Pragmatics and Discourse. Routledge. 2002.
• http://smartilicious.blogspot.com/2007/11/pragmatik.html downloaded on Tuesday, November 30, 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar